Ketika diperiksa, dokter menemukan bayi cumi melekat pada mulutnya yaitu pada gusi, lidah dan pipi bagian dalam mulut. Bentuknya saat itu masih terbungkus seperti polong kecil, yang tercakup dalam bahan semen sehingga bisa membuatnya menempel.
Setelah diindetifikasi, ditemukan bahwa dalam polong-polong tersebutlah terjadi pembuahan sperma milik induk bayi cumi- cumi atau yang disebut sebagai `spermatophores cumi`.
Biasanya, penggemar berat makanan calamari tidak perlu khawatir karena organ internal termasuk penemuan di atas biasanya diangkat dari tubuh cumi-cumi sebelum dimasak untuk dikonsumsi.
`Dia tidak menelan bagian, tapi memuntahkannya kembali segera. Dia mengeluhkan sensasi penusukan dan adanya benda asing dalam rongga mulutnya,` ujar petugas dari staff makalah. `Dua belas kecil, putih berbentuk gelendong, bug-seperti organisme terjebak pada selaput lendir lidah, pipi, dan giginya [gusi], sudah benar dihapus, bersama dengan mukosa yang terkena,` tambahnya lagi.
Berdasarkan morfologi mereka dan adanya kantong sperma, yang diidentifikasi sebagai spermatophores cumi.
Situs ini menambahkan bahwa masih ada misteri sekitar bagaimana spermatophores yang masih bisa berfungsi dan bekerja setelah berada di tempat lainnya selain di tubuh cumi-cumi yaitu seperti kulit manusia.
Kasus serupa sudah pernah dilaporkan terjadi pada Desember tahun lalu ketika seorang wanita di Jepang menderita sakit parah di mulut setelah makan cumi mentah.
ess7p33i-rlooriuc8jio4-9tyc:v7cs9nc83/0w/30f3yoelu4or2to6l2n-8l2n-8l2ioul28-y-s9es8y